Januari 2005


Uncategorized26 Jan 2005 06:48 am

Hallo 100 Hari “SBY - KALLA”

sbykl

ceklit

Sumber dari [sini]

Uncategorized24 Jan 2005 06:57 am

CARA MENGGUNAKAN MYSHOUTBOX.COM

Banyak temen-temen yang bertanya cara memasang, menggunakan, dan mereply komentar yang ada di http://www.myshoutbox.com/.

1. Mendaftar

a. Klik http://www.myshoutbox.com/.

b. Klik Join Now!.

c. Isi data yang diminta dalam formulir tersebut, dan akhiri dengan mengklik conclude the registration.

d. Akan tersaji nama login anda (terdiri dari angka), gunakan untuk masuk/login ke http://www.myshoutbox.com/.

2. Memasang

a. Setelah anda login di http://www.myshoutbox.com/.

b. Klik Code Generator.

c. Setelah terbuka, klik link paling akhir Generate Code.

d. Kopi seluruh kode HTML yang ada di kotak HTML-Code for your Shoutbox, kemudian paste di HTML blog anda.

3. Mereply komentar

a. Login di http://www.myshoutbox.com/.

b. Klik Edit Messages.

c. Klik Edit setiap komentar yang ingin anda reply.

d. Tambahkan relpy anda pada kota Massage.

e. Klik Submit information.

f. Klik Administration: Main Menu.

g. Klik Flush.

h. Klik Perform Flush.

Selesai, jangan lupa Logout. Ok met mencoba, bingung tanya lagi ……. :)

Uncategorized20 Jan 2005 02:59 pm

Sikit Narcis …:D

Pernahkah kamu memasukkan kata kunci dengan namamu pada kotak pencarian friendster ….

:D

Lumayan, buat perbandingan aja … sesama pemilik nama yang sama … nasibnya masing-masing kayak apa …..

:D

Aku cuba masukkan kata “bahtiar”, hasilnya kek [gini]

Uncategorized12 Jan 2005 08:05 am

Tulisan lama : orang miskin dilarang kuliah

Waktu iseng mainan google dengan kata kunci [bahtiar], muncul tulisan lama yang selalu berulang terjadi di tahun berikutnya ….

Sumber link = http://www.eramoslem.com/br/as/38/7412,1,v.html

Surat Terbuka untuk Rektor UGM

Publikasi: 15/08/2003 08:39 WIB

Satu lagi terobosan baru UGM, setelah sukses lewat program UM-UGM yang menghasikan dana sumbangan yang tidak sedikit, inilah inspirasi yang menjadi ironi tersendiri bagi kehidupan orang tua/wali mahasiswa baru UGM khususnya. Jalur SPMB yang semula diperkirakan bebas biaya sumbangan pada kenyataan dibebani biaya sumbangan terselubung yang berjudul SPMA.

Kejadian yang diluar dugaan ini saya alami ketika mengantarkan adik tetangga saya Heregistrasi di Graha Sabha Pramana UGM tanggal 11 Agustus 2003 lalu. Semua calon mahasiswa baru diminta untuk antri di loket pertama untuk mengambil surat panggilan. Tapi kemudian saya kaget bukan kepalang ketika membaca 3 lembar isi surat panggilan tersebut yang ternyata:

Surat panggilan yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan diterima di fakultas tertentu dan harus sanggup membayar dana sejumlah tertentu. Dua lembar surat pernyataan yang harus ditempeli materei Rp 6000,- yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan harus membayar SPMA sejumlah tertentu yang diangsur 3 kali (sama sekali tidak ditentukan jumlahnya berapa).

Yang menjadi sumber keheranan saya adalah pada surat pemberitahuan yang ditulis di surat kabar sewaktu pengumuman SPMB, SPMA hanya dibayar sebatas kemampuan dan tidak ditentukan jumlahnya berapa. Tetapi ketika antrian di loket 2 (tempat pembayaran registrasi) banyak masalah terjadi. Saya menyarankan adik tetangga saya untuk mengisi uang SPMA sejumlah RP 500.000,- karena saya pikir jumlahnya sukarela sebab sebelumnya pun tidak ada pemberitahuan resmi mengenai jumlahnya, sehingga kami tidak ada persiapan uang lebih tetapi kemudian surat beserta berkas-berkas dikembalikan dan kami dipersilakan untuk menunggu antrian di loket khusus.

Saya bingung kemudian saya bertanya ke bagian informasi dan mereka menjelaskan bahwa jumlah SPMA minimal Rp 5 juta. Saya bertanya kembali mengapa tidak diberitahukan jumlahnya sebelum ini kemudian mereka menjawab dengan nada sinis “Disuruh bayar 5 juta aja pake susah-susah, udah lah mas itung-itung buat slametan, diterima disini khan udah untung!” Saya hanya dapat mengelus dada. Kemudian saya mendapatkan informasi baru dari rekan saya bahwa mahasiswa baru yang diterima di fakultas favorit (Kedokteran, Ekonomi) jumlah SPMA harus lebih tinggi dari Rp 5 juta. Dan dibayarkan saat itu juga baik kontan maupun diangsur.

Rasa dongkol saya bertambah ketika adik tetanga saya selesai menghadap di loket khusus. Mereka seperti yang dijelaskan adik tetangga saya, tidak mau menerima alasan apapun, yang mereka lihat hanya daftar gaji orang tua dan tanggungan, bila penghasilan di atas 1 juta SPMA wajib dibayar di atas/minimal 5 juta. Apa boleh dikata, karena uang yang kami bawa dalam jumlah yang pas akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan memikirkannya kembali di rumah.

Terlampau banyak kebingungan dan rasa tertipu di benak saya pada waktu itu. Tapi rasa kagum saya terhadap institusi yang bernama UGM ini demikian besar, betapa tidak UGM ini memiliki cara unik tersendiri untuk mengelabuhi masyarakat dengan label visi kerakyatannya, dengan tidak menuliskan jumlah nominal SPMA di surat pemberitahuan pada surat kabar sehingga tidak menarik perhatian public, dan menarik pecahnya kontroversi. UGM bersembunyi dibalik ke-ndesoan-nya sehingga menimbulkan kesan bahwa pendidikan di UGM pasca UM pasti tidak akan mahal.

Namun pada kenyataannya UM dan SPMB hanyalah kedok belaka sebagai sarana untuk mengeruk uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Pada dasarnya 2 program ini sama: MEMINTA UANG SUMBANGAN YANG BESAR. Program UM hanya program untuk mengalihkan perhatian masyarakat belaka. Di samping itu jumlah yang demikian besarnya tersebut terkesan tidak transparan dan terinci serta tidak diberitahukan untuk dialokasikan kemana saja. Ditambah dengan tidak ramahnya pelayanan dan menomorsatukan uang UGM terkesan mata duitan dan matrek abis!.

Saya menghimbau bila UGM tetap pada prinsipnya untuk menarik uang SPMA pada masyarakat mestinya UGM harus bisa secara tegas dan terus terang mengungkapkan nominalnya, bukan seperti sekarang yang ternyata cuma jago kandang. Berani menarik uang SPMA setelah berada di gedung GSP (Graha Sabha Pramana) dan yang bersangkutan memiliki identitas sebagai mahasiswa UGM dan seakan-akan disertai ancaman bila tidak bayar haknya sebagai mahasiswa dicabut. Saya menarik kesimpulan UGM tidak memiliki nyali yang besar untuk itu. UGM tidak lebih merupakan insitusi pendidikan yang profit oriented, tetapi pengecut.

Namun dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, terhadap institusi yang memiliki sampatisan terbanyak ini, saya menyampaikan rasa kekaguman saya yang luar biasa atas ide cemerlang mengenai UM UGM dan SPMA terselubung ini.

Terima kasih.

Identitas Pengirim :

Nama : BAHTIAR RIFAI

Alumni UGM : No. 11.03.05.107503

Alamat : Jl. Kartini no. 1-B Sagan Jogjakarta 55223

Telp. : 0274-547771

Email : bahtiar_rifai@yahoo.com,bahtiar_rifai@hotmail.com

Web Site : http://www.bahtiar.tk/

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Sumber link = http://www.eramoslem.com/br/as/38/7412,1,v.html

Uncategorized09 Jan 2005 08:10 pm

Siapakah beliau ?

Angkat mayat

Gotong mayat

Kuburan massal

Sholat jenazah

Berkomunikasi

Siapakah beliau ?

Sumber foto dari [sini]

Uncategorized06 Jan 2005 02:40 am

2005 Weblog Awardsâ„¢

Kalo kemaren dari Mas Onggo ada [Biang Bloggie], sekarang ada 2005 Weblog Awards™, yang pengin ikutan buruan, sopo ngerti hadiae luweh guwedy ….. selengkapnya klik [sini].

Uncategorized05 Jan 2005 03:23 am

Terima kasih to Adionggoboyo.Blogspot.Com

Adi

Saya ucapkan terima kasih kepada Adi Nugroho Onggoboyo (http://adionggoboyo.blogspot.com/), bahwa kiriman souvenir kecil-nya udah saya terima hari Selasa, 4 Januari 2005. Souvenirnya betul-betul cantik dan imut …:)

Saya tidak mengira kalo keisengan mengisi kuis Penelitian Bloggers (klik ini ato itu) yang ia sodorkan menjadikan saya sebagai salah satu dari 50 responden pertama yang berhak mendapat souvenir tersebut.

Sekali lagi terima kasih dan sukses segalanya untuk Sodara Adi.

:)

Uncategorized01 Jan 2005 09:11 pm

ANYANG²-NGEN

Kawit awan mau nganti bengi jam pitu iki kok anyang-anyangen terus yooo ….?
Rasaneee kebelit pipis, pas pipis lorone ra njamak ning weteng panas, metune mung sak itik …
Koyo ngono bola-bali wae …..
Opo yoo tombone ….?