Januari 2006


Uncategorized26 Jan 2006 07:09 pm
Sempat Dicap Tidak Penuhi Standar Retro Makin hari, scene musik kita makin diramaikan band yang menggunakan attitude jadul alias jaman dulu. Mulai dari segi musik, dandanan, desain album hingga imej dibuat ala jaman baheula. Memang tidak booming seperti aliran ska atau punk melodic, tapi skalanya cukup intens.

Band macam Naif, Saudara Saudari, Mocca, La luna, Sore, White Shoes and The Couples Company (WSTCC), The Monophones, hingga Maymelian adalah segilintir contoh. Belum lagi band lokal yang belum terekspose juga melakukan hal serupa. Tidak ada asap tanpa api, semua yang dilakukan pasti bertujuan.

Berbicara tentang fenomena ini, tidak sah jika tidak mendengar pendapat Naif. Kenapa David cs memilih untuk bergaya retro? “Tidak juga, waktu itu semuanya berjalan apa adanya,” ujar David, sang vokalis.

David mengaku semua bermula dari kesukaan mereka terhadap gaya jadul. Terutama musik. Dalam keseharian, mereka memang sangat hobi mendengarkan musik macam The Beatles dan sejenisnya. “Refrensi musik kami memang kesana, dan semuanya berangkat dari hobi, tidak disengaja,” akunya.

“Kami berempat memang tidak menentukan harus memakai gaya seperti apa, keluar dengan sendirinya,” kata David. Begitu pun saat mencipta lagu. Saat dalam proses kreatif, ide yang keluar dari para personel Naif mengarah ke hal berbau retro.

Tapi David membantah kalau Naif selalu retro oriented. Album mereka contoh nyata. “Album pertama memang retro banget. Tapi lihat Possesif, tampilan kita biasa aja. Album ketiga retro lagi, tapi yang keempat biasa lagi,” terang David.

Sari dari WSTCC juga mengatakan hal serupa. Dia dan bandmate-nya tidak mengeset gaya band harus seperti itu. “Kami cuma mengeluarkan apa yang ada di diri kami, itu saja,” kata Sari mantap. Malah sebenarnya mereka kurang paham tentang musik jaman dahulu. “Penyanyi semacam Titi Kadi kami pun tidak begitu mengerti,” lanjutnya.

Begitu pun dengan kostum. WSTCC punya gaya sendiri. “Bebas tapi sopan, kita tidak harus mengeluarkan sex appeal dengan pakai rok mini atau baju superkecil,” ujarnya.

Dalam hal ini, dia juga menyesalkan pandangan penikmat musik yang masih salah kaprah. “Banyak diantara mereka yang masih mengotak-kotakkan aliran musik harus ini harus itu. Musik itu universal, bebas harus seperti apa,” kata Sari.

WSTCC sempat mendapat komentar miring dari penonton saat melihat perform mereka. “Kita sempat dicap tidak memenuhi standar retro tahun tertentu,” ujar Sari. Karena merasa sudah mantap dengan gaya dandannya, Sari dkk pun bergeming. “Karena kami tidak mematok memakai gaya tahun berapa, ya kita jalan terus,” lanjutnya.

Tentang kemunculan band retro yang cukup banyak, WSTCC malah senang. Mereka merasa banyak rekan seperjuangan. “Enak, kerja sama jadi lebih mantap, tidak merasa tersaingi sama sekali,” komen Sari.

Well, akankah fenomena ini terus berkembang dan menjadi trendsetter baru? Ataukah akan tenggelam dimakan jaman, numpang lewat seperti jamur di musim hujan? Just wait and see. (sumber : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=206428)

Tutorial26 Jan 2006 01:31 am

bahtiarKagem pembaca yang punya sepeda dengan ban biasa, pernahkah waktu jalan-jalan pengen tambah angin, ban bocor, ato kebanan … saat belok ke tukang tambal ban - malah ditolak gara-gara dia ga punya alat (more…)

Info26 Jan 2006 01:16 am

bahtiarJauh-deket Rp.2.000,-.Klo naek tidak ditempat biasa ngetem bakalan ditarik-tarik suruh lari dan loncat, begitu juga sebaliknya klo turun didorong-dorong loncat dari tangga padahal laju bis masih kenceng (more…)

sepeda and wisata26 Jan 2006 01:00 am

bahtiarFrom: yahya (yahya@inirumahku.com)
To: bahtiar@bahtiar.com, bahtiar@gmail.com
Date: Jan 19, 2006 8:52 PM
Subject: Free Translation on Bycycle (more…)

Nikah24 Jan 2006 06:42 am

Biasanya Jogja - Klaten - Solo - Sragen - Ngawi - Maospati - Madiun - Ponorogo ditempuh antara 4 s.d. 5 jam dengan biaya BBM Rp.230.000,- (PP). Minggu 15 Januari kemaren sengaja lewat jalan alternatif berangkat dari Jogja jam 8 menuju Klaten tembus Wonogiri (more…)

sepeda and wisata19 Jan 2006 09:42 pm

bahtiar sepeda onta ontel tua kuno klasik kumbang wisata kota jogja yogyakartaTadi sore Bulek dateng mo’ ngereyen kamera dijital anyar … sekalian aja aku numpang poto. Ada dua aksi foto, selengkapnya di fotopages.com.

Warnet19 Jan 2006 06:00 am

Petak bangunan dan towernya berdiri kokoh di sisi selatan Jl. Godean Km. 4 no.17. Iyah, cuman petak … begitupun dengan ruang parkirnya hanya cukup untuk enam motor berjajar tak beratap dan gratis. Kaca depan terpangpang tulisan besar “BUKA 24 JAM”, seperti ga mau kalah (more…)

Warnet17 Jan 2006 01:24 pm

Terletak sisi barat Jl. Kaliurang Km. 6,3 sebelum gardu PLN Perum Banteng Raya. Dari depan terlihat ruang parkir yang luas muat 20 motor dijajar tapi tak beratap. Buka pintu langsung disambut senyum operator wajah manis putih berjilbab kacamata dan melek tentunya :) Terpaksa aku ikut tersenyum sambil basa- (more…)

Warnet16 Jan 2006 11:27 am

Terletak di jalan antar Gramedia menuju Kridosono, sebelum komplek SMU 3 Padmanaba. Tempat gede, parkir luas & gratis. Masuk ke operator dikasih meja nomer B-1. Dari meja operator melewati ruang game-net, rame sekali ! trus masuk ke ruang warnet yang (more…)

Warnet14 Jan 2006 12:28 am

Warnet ini terletak di Jl. Kaliurang jadi dinamakan De Java Jakal yang tergabung dalam De Java Grup. Tepat di sebrang gang masuk Hotel Ishiro, terlihat mungil, halaman depan 3 meteran cukup untuk parkir 6 motor.

(more…)

Next Page »